Avatar The Legend Of Aang

jika kamu tertarik n pengen berbagi cerita seputar film avatar, kamu coment aja ke artikel ini…aku rasa begitu lebih baik. aku tunggu yach….

SHREK The THIRD

“SHREK The THIRD”, Mencari Raja Baru

Buat kamu yang udah nonton film Shrek (2002) dan Shrek 2 (2004), kehadiran Shrek the Third tentulah dinanti. Nah, film itu bulan Juni ini bakal main di bioskop-bioskop Indonesia, melengkapi episode petualangan Shrek sebelumnya.

Sekadar mengingatkan, dalam sekuel pertama, Shrek jatuh cinta pada Fiona dan mereka menikah. Pada sekuel kedua, Shrek dan Fiona bertemu orangtua mereka.

Dalam sekuel ketiga yang disutradarai Chris Miller ini, ayah Fiona, raja katak Harold (disuarakan John Cleese), sakit keras, lalu mangkat. Harusnya Shrek (Mike Myers) menggantikan takhta Raja Harold, tetapi dia merasa gak pantas. Fiona (Cameron Diaz) teringat pada Artie (Justin Timberlake) yang telah lama pergi dari kerajaan Far Far Away. Maka, mulailah petualangan Shrek, si gergasi berbau seperti air rawa ini.

Shrek yang dibuat berdasarkan novel karya William Steig ini laris manis, baik dari penjualan tiket bioskop maupun keping VCD/DVD-nya. Untuk film Shrek dan Shrek 2, jumlah DVD yang terjual mencapai 90 juta keping. Pendapatan dari pemutaran Shrek mencapai 479 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,31 triliun. Sedangkan Shrek 2 mencapai 920 juta dollar AS. Udah laris ditonton banyak orang, Shrek juga mendapat penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik.

Shrek the Third masih tetap lucu, enak ditonton, dan menghibur. Salah satu yang lucu, waktu Shrek, Donkey dan Puss In Boots terdampar di pulau. Mereka saling bertukar badan akibat ulah penyihir usil. Simak deh!

Sok berfilsafat

Film ini berkisah tentang perebutan kekuasaan di kerajaan Far Far Away. Seharusnya, adegan perang yang muncul bisa lebih menarik. Sayangnya, penggambaran adegan aksi itu malah terlalu sederhana. Kurang banyak trik dan jurus yang dikeluarkan Shrek beserta penghuni kerajaan, termasuk Sang Ratu (Julie Andrews).

Karakter yang melekat pada tokoh-tokohnya juga menarik. Selain pohon-pohon tentara, di sini juga ada boneka kayu Pinoccio yang kalau ngomong sok berfilsafat.

Sebagian dialog dalam Shrek the Third juga menarik, seperti obrolan antara Shrek dan dua sahabatnya, Donkey (Eddie Murphy) dan Puss In Boots (Antonio Banderas). Hubungan pertemanan ketiga sosok itu pantas diperhatikan dengan saksama….

ENCHANTED

ENCHANTED, Putri Dongeng di Kota Manhattan

Fantastis dan penuh dengan imajinasi liar, kesan pertama yang dapat diungkapkan usai menonton film Enchanted, karena film ini mampu mengkombinasikan antara animasi dan musikalisasi dalam satu format.

Meski isi cerita dalam film Enchanted ini bukanlah cerita baru, tapi kemasan dan tangan dingin sang sutradara Kevin Lima, mampu mengungkapkan secara nyata ide dari si penulis film, Bill Kelly. Penggabungan antara animasi dan musikalisasi pun tercipta, hasilnya voilla….film pun menjadi sangat menarik dan menakjubkan. Karena penggabungan gambar animasi dengan sosok aktor dan aktris pemerannya begitu sempurna.

Bill Kelly mungkin mengambil ide cerita ini dari kisah Snow White dan Cinderella. Karena ini bisa dilihat dari kostum yang dikenakan oleh para pemain dalam fim ini. Tapi meski mengadopsi cerita Snow White dan Cinderella, cerita yang ditulis oleh Bill Kelly sudah mengalami perubahan di sana sini dong. Sehingga yang tertuang dalam alur cerita film adalah inspirasi dan ide-ide segar yang di aktualkan dalam film. Kesan klasik dan modern pun tercermin pada masing-masing tokoh yang muncul, sehingga memperkuat karakter mereka dalam film ini.

Seperti layaknya cerita seorang putri, film ini juga menampilkan berbagai kisah romantis, sedih dan bahagia. Bahkan diakhir film ini pun dikisahkan sang putri hidup bahagia dengan pasangannya. Meski pasangan sejatinya bukanlah sang pangeran dari negeri dongeng seperti yang ada di dalam kisah-kisah cerita princes.

Sang pangeran merupakan seorang pengacara yang menangani kasus perceraian. Kalau dalam cerita Cinderella, selalu dikerumuni makhluk-makhluk hutan menggemaskan dan sedangkan Snow White ditemani tujuh kurcaci yang riang nan setia, Putri Giselle tidaklah begitu. Sebagai pengganti tujuh kurcaci maupun makhluk-makhluk hutan yang menggemaskan, dihadirkan burung merpati, tikus dan kecoa.

Enchanted memadukan animasi gaya lama yang digambarkan dengan kondisi zaman masa kini. Film ini juga menggabungkan unsur film animasi tradisional dua dimensi, realita nyata dan CGI atau komputer grafik. Hasilnya, plesetan dongeng yang menghibur.

Kisah berawal dari dunia animasi bernama Andalasia. Hiduplah Putri Giselle (Amy Adams) yang tengah menyiapkan pernikahannya dengan sang pujaan hati, Pangeran Edward (James Marsden). Tiba-tiba, mereka harus tersesat di dunia nyata di Times Square, Manhattan, akibat ulah si Ratu Sihir sekaligus ibu tiri Giselle (Susan Sarandon).

Di kota modern itu, Giselle malah berubah wujud menjadi seorang permaisuri nyata.Dia pun bertemu dengan pengacara ternama, Robert (Patrick Dempsey), dan kehidupan baru Giselle pun dimulai. Sementara itu, karena kehilangan sang putri, pangeran Edward pun menyusul Giselle ke dunia modern.

“Siapa saja dalam cerita di dunia dongeng tentu mencoba menemukan cinta sejatinya,impian mereka pun bisa jadi kenyataan,” ungkap sang sutradara, Kevin Lima. Mimpi yang menjadi kenyataan dan menemukan cinta sejati inilah yang berusaha dituangkan dan diwujudkan Lima dalam film.

Lima menambahkan, dalam film ini juga berusaha diungkapkan, mitos cinta pada pandangan pertama tidak selamanya benar. Yang benar adalah bagaimana mencari cinta sejati yang sebenarnya. Ini terlihat jelas dalam karakter Giselle, yang pada akhirnya telah menemukan cinta sejatinya, bukan cinta pada pandangan pertama.

Lima ingin menceritakan tentang sebuah impian yang bisa nyata meskipun di dunia modern. Film yang dikemas dengan gaya komedi romantis ini sepertinya memiliki pesan yang mudah diterima penontonnya.

Dari awal, film ini memang sedikit keluar dari alur kisah-kisah kreasi Disney. Disney pun berharap Enchanted bisa menjadi franchise sukses dengan beberapa sekuel, seperti yang terjadi pada Pirates of the Carribean. Tim produksi Enchanted mengaku sangat antusias membuat film ini. Salah satu alasannya adalah ide memplesetkan dongeng yang pernah dipopulerkan perusahaan itu sendiri.

Menurut Lima, para pejabat Disney mengetahui bahwa satu-satunya cara mengerjakan film ini adalah mengeluarkan ideologi lama mereka. ”Sehingga, kami bisa melihat siapa kita di masa lalu dan mampu tertawa,” lanjutnya.

Ketika ditanya apakah Enchanted akan menjadi film franchise, Lima mengaku dirinya dan pihak Disney berharap demikian. Ia juga mengaku telah memiliki beberapa ide untuk sebuah sekuel film itu, dengan mempertahankan beberapa tokoh utama.

Pamor Lima sendiri di dunia animasi tidaklah diragukan lagi. Ia pernah menyutradarai Tarzan dan 101 Dalmatians. Ia juga pernah merancang karakter-karakter dalam The Little Mermaid dan Aladdin.

Nah….. apakah Giselle akan kembali berkumpul bersama pangeran pujaan hatinya ? Lalu bagaimana dengan sang ratu jahat yang selama ini membenci Giselle ? Bagaimana dengan nasib Sang Pangeran ? Bagaimana Kisah cinta kehidupan mereka yang nyata dan dalam kartun (dongeng) ? Supaya nggak bingung dan penasaran, kenapa nggak nonton saja film ini. Berhubung sangat cocok di tonton dengan pasangan kamu, karena film ini sarat dengan pesan-pesan cinta dan kasih sayang. (lily/foto: istimewa)

Judul film : Enchanted
Jenis film : Animasi/ Petualangan/ musical
Pemain : Amy Adams, Patrick Dempsey, James Marsden, Timothy Spall, Rachel Covey, Susan Sarandon, Idina Menzel
Sutradara : Kevin Lima
Jenis Film : Drama Keluarga – Semua Umur
Penulis Film : Bill Kelly
Produser : Christopher Chase, Barry Josephson, Sunil Perkash, Jason Reed, Barry Sonnenfeld, Ezra Swerdlow
Produksi : Walt Disney Pictures
Durasi : 90 Menit
Tayang : 21 November 2007

ALVIN & THE CHIPMUNK’s

ALVIN & THE CHIPMUNK’s, Si Tupai Pandai Bernyanyi.!%#&
DULU, kisah yang diangkat dari persahabatan dan kekonyolan tiga ekor tupai ini, pernah begitu merajai dan menjadi ‘demam’ di era 80 sampai awal 90-an. Suaranya yang khas, tingkah lakunya yang menggemaskan, membuat trio Alvin, Simon dan Theodore begitu digandrungi.

Pun dalam film terbarunya ‘ALVIN & THE CHIPMUNK’, kisah tiga tupai hutan itu, masih menjadi sentral yang dominan.
Kisah film berdurasi 92 menit ini diawali dari seorang komposer bernama Dave Seville [Jason Lee] yang jatuh bangun membangun karir sebagai pencipta lagu. Bolak-balik ke perusahaan rekaman pimpinan Ian [David Cross], lagunya ditolak! Alasannya: kurang segar!

Sampai suatu ketika, tiga ekor tupai Alvin [suara oleh Justin Long], Simon [suara oleh Matthew Gray Gubler] dan Theodore [suara oleh Jesse McCartney] ‘menyelusup’ ke rumahnya dan sempat membuat kekacauan. Kehidupan karier dan kehidupan cinta Dave dengan mantan kekasihnya, Claire (Cameron Richardson), berantakan gara-gara mereka. Nyaris diusir, sampai mereka bertiga memamerkan kemampuan bernyanyinya.

Dave mencipta lagu dan mengarahkan Chipmunk itu sesuai dengan karakter mereka yang menurutnya masih anak-anak. Sampai suatu ketika, Dave merasa “lelah” untuk mengurus mereka. Sayangnya, hal itu ditanggapi berbeda oleh ketiga chipmunk yang makin dekat dengan produser musik, Ian.

Alvin, Simon dan Theodore benar-benar menjadi “robot” Ian dalam industri musiknya. Mereka dikaryakan menjadi penyanyi, tur keliling kota [dan dunia] serta digenjot untuk rekaman. Sampai akhirnyatiga chipmunk ini merasak “lelah” dan ingin kembali ke rumah Dave. Bisakah mereka meninggalkan popularitas dan ketenaran yang sudah mereka raih?

Film ‘ALVIN & THE CHIPMUNK’ ini memang kental dengan nuansa persahabatan. Tidak ada adegan yang membuat kita berkerut, semuanya mengalir dengan santai dan menggemaskan. Sosok tupai yang lahir tahun 1959 menjadi legendaris lantaran beberapa lama juga diputar di televisi.

Selain adegan lucu animasi manusia dan binatang, film ini juga memberikan banyak pilihan lagu yang dinyanyikan versi Chipmunk. Misalnya ‘Bad Day’-nya Daniel Powter. Film ini juga mengeruk untung yang tidak sedikit loh….

Alvin and the Chipmunks menceritakan tentang kelompok musik yang terdiri atas tiga tupai pintar dan berbakat, yaitu Alvin yang nakal namun pintar, Simon yang sifatnya lebih dewasa, dan Theodore tupai gendut yang manja dan plin-plan.

Alvin and the Chipmunk merupakan tontonan keluarga yang sangat menghibur. Aksi dan ulah ketiga tupai itu mampu menggelitik penonton dan membuat gemas. Film ini rilis di bioskop mulai 12 Januari 2008.

Judul : Alvin and the Chipmunks
Genre : Drama Keluarga
Pemain : Jason Lee, Cameron Richardson, Jane Lynch, David Cross, dan Justin Long
Sutradara : Tim Hill
Produser : Karen Rosenfelt, Steve Waterman
Produksi : 20th Century Fox
(ang)

BEE Movie

BEE MOVIE, Kalau Lebah Mogok Kerja Dan Jatuh Cinta..??!#$@
Jerry Seinfeld, Barry B. Benson

Mungkin hanya di film ini yang mampu bercerita tentang pemogokan lebah dan protes atas eksploitasi manusia terdhadap para lebah. Yah….Bee Movie adalah film komedi animasi yang tadinya mungkin diperuntukkan bagi anak-anak.

Namun, alur cerita dan perkembangan konflik yang ditawarkan dalam film ini, rasanya agak berat untuk menjadikan film ini sebagai film khusus anak-anak. Film ini mungkin lebih cocok untuk remaja yang telah mampu mencerna dan mengerti alur cerita yang ditawarkan.

Film besutan sutradara Simon J Smith dan Steve Hickner ini bercerita tentang seekor lebah bernama Barry B. Benson (Jerry Seinfeld) yang baru saja lulus dari pendidikannya. Seperti kebiasaan dan tradisi yang berlaku pada kaum lebah umumnya, Barry sebenarnya harus melanjutkan pekerjaannya di Honex Company,di New Hive City, sebuah perusahaan pembuat madu. Namun, Barry menolak untuk melanjutkan kariernya sebagai pembuat madu.

Barry sebenarnya berkeinginan untuk keluar dari sarangnya, berpetualang, melihat dunia luar yang menurutnya lebih mengasyikkan daripada sekedar mengumpulkan madu.

Akhirnya kesempatan untuk melihat dunia luar dapat terpenuhi. Ketika Baary diajak oleh sekelompok lebah pengumpul madu mengajaknya untuk berpetualang.

Saat berpetualang itulah, Barry bertemu pemilik toko bunga cantik bernama Vannessa (Renée Zellweger). Perlakuan Vannesa yang sangat baik dan bersahabat membuat Barry ingin berterima kasih secara langsung. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Barry ini melanggar aturan paling utama dalam dunia lebah yaitu berbicara dengan manusia.

Pertemuan dan pertemanan yang dilakukan oleh Barry dengan Vanessa itu pula yang mengungkap alasan mengapa selama ini lebah dilarang berbicara kepada manusia. Selama ini, ternyata berabad-abad lamanya manusia telah mencuri dan menikmati madu dari bangsanya. Dan Barry menyadari dia harus melakukan sesuatu.

Dengan dukungan Vannesa, Barry melakukannya dengan cara manusia yaitu menuntut produsen madu tersebut. Tentu saja usaha Barry menghentikan eksploitasi terhadap bangsanya langsung mendapat sorotan media. Dan tak kalah pentingnya juga mendapat perhatian dari juri-juri di persidangan.

Meski sempat terpojok oleh rekayasa pengacara licik Layton T Montgomery (John Goodman), Barry akhirnya memenangkan gugatan tersebut. Pengadilan memutuskan madu tidak boleh sembarangan dikonsumsi manusia dan semua produk madu di seluruh dunia ditarik dan dikembalikan kepada lebah.

Pertama kali melihat dunia luar bersama pasukan pollen jack

Pabrik Lebah pun berhenti memproduksi dan menyemaikan bunga-bunga. Alhasil manusia kekurangan banyak vitamin dan bunga-bunga pun banyak yang mati, Vanessa yang penjual bunga pun ikut terkena imbasnya.

Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi Barry, ternyata apa yang telah diperjuangkan oleh Barry menuai hasil yang buruk bagi bunga dan manusia, begitu pun dengan usaha Vanessa.

Bagaimana pun juga sudah menjadi sebuah tugas rutin yang diperintahkan oleh Sang Pencipta bahwa Lebah adalah binatang sejenis serangga yang memiliki tugas yang mulia penghasil madu untuk kesehatan manusia dan keindahan bunga-bunga.

Ada pesan moral yang diselipkan dari film garapan Dream Works ini, yakni bahwa Tuhan telah menciptakan makhluk dengan membawa perannya sendiri – sendiri. Antara manusia, hewan dan alam sekitarnya ada saling keterkaitan dan ketergantungan. Maka sudah selayaknya manusia harus berbuat baik dengan alam dan binatang. Karena putusnya sebuah mata rantai dan ketergantungan diantaranya akan menggoyahkan keseimbangan lingkaran kehidupan.

Secara keseluruhan, film ini memang sangat menarik untuk ditonton, kekurangannya hanyalah pada peruntukkan film ini. Ada beberapa bagian yang terlalu ‘berat’ dan mungkin sulit dimengerti bagi anak-anak, seperti kisah percintaan dan gugatan hukum yang dilakukan Barry.

Akan lebih baik memang, jika orang tua ikut mendampingi saat menonton film ini. Karena beberapa hal yang sulit dimengerti anak-anak dapat dijelaskan secara langsung oleh para orangtua. Secara umum, film ini cukup menghibur bagi anak-anak, dengan humor-humor ringan sesuai jiwa mereka.

Satu rekomendasi yang mungkin dapat disarankan, sebaiknya, memang Anda harus menonton filmnya hingga akhir film. Agar pesan yang ingin disampaikan dalam film ini dapat dipahami.

Banyak pengetahuan juga yang didapat dari menonton film ini. Salah satunya adalah seekor lebah tidak dapat sembarangan menyengat manusia karena sekali mereka melakukannya, maka nyawa mereka jadi taruhannya.

Persahabatan antara Vanessa dan Barry

“Satu dari banyak hal yang bisa Anda pelajari dalam film ini mengenai lebah adalah sekali mereka menyengat, hidup lebah tersebut akan terancam.Maka mereka harus waspada terhadap emosi mereka sendiri. Seperti dalam mengatur anger management Anda,” kata Jerry Seinfeld.

Penasaran kan…… Ayo tonton filmnya ! (lily)

Jenis Film ANIMATION/FAMILY
Pemain JERRY SEINFELD, RENEE ZELLWEGER, KATHY BATES, OPRAH WINFREY, MATTHEW BRODERICK,CHRIS ROCK Sutradara STEPHEN HICKNER, SIMON J. SMITH
Penulis JERRY SEINFELD, ANDY ROBIN, BARRY MARDER
Produser JERRY SEINFELD, STEPHEN SPIELBERG, CHRISTINA S.
Produksi PARAMOUNT PICTURES
Homepage http://www.beemovie.com/
Trailer http://www.beemovie.com/
Durasi 90 MIN

Ratatouille

RATATOUILLE, Si Koki Kecil…!!!
Ratatouille, Si “Little Chef”Ia hanyalah seekor tikus. Tetapi cita-citanya sangat tinggi: menjadi juru masak. Agak konyol memang, tetapi ini hanya terjadi dalam film.Ratatouille, film animasi yang berkisah tentang seekor tikus yang memiliki ‘citarasa tinggi’ terhadap makanan. Sejak awal, tikus yang satu ini memang unik, selalu tertarik terhadap masak-memasak. Seolah manusia yang jatuh hati pada dunia memasak, ia juga antusias terhadap acara di televisi yang menayangkan tentang memasak. Juga, membaca buku tentang masakan.Suatu hari, ia menyadari bahwa rasa itu unik. Satu dengan yang lainnya berbeda. Namun perpaduan antara rasa-rasa itu dapat menambah kelezatan sebuah makanan.
Tetapi nasib apes sebagai seekor tikus, sang manusia tidak rela akan kehadirannya. Tikus yang identik dengan kotoran itu selalu menjadi musuh. Dor.. Dor.. Dor.. tembakan mengarah kepadanya. Ia berusaha menyelamatkan diri. Tidak hanya dirinya malah, seluruh keluarga akhirnya terusir dari rumah seseorang dan melarikan diri dengan menaiki ‘perahu’.

Di lorong sungai, tikus hitam itu berpisah dengan keluarganya. Ia terdampar pada suatu tempat yang asing. Hanya buku memasak yang ia curi dari manisia yang menemainya. Yang aneh, buku yang memuat gambar seorang koki terkenal itu dapat berbicara dengannya. “Lihatlah disekitar,” saran sang koki. Akhirnya, ia mengikuti saran itu. “Ini adalah kota Paris,” ia dapat melihat menara Eiffel. Sebuah restoran megah berada di depannya –restoran yang membuatnya kagum: Gusteau’s Restorant.

Di balik jendela, ia melihat seseorang pemuda yang baru saja melamar pekerjaan sebagai pembantu juru masak di sana. Si pemuda itu terlihat bodoh dan tidak pandai dalam urusan rasa. Dan benar, ketika ia memasukkan bumbu-bumbu, semua tidak cocok untuk sebuah masakan bernama sup. Naluri memasak si tikus itu pun keluar. Ia berusaha memperbaiki apa yang telah pemuda itu lakukan. Ia berjuang untuk menyelamatkan rasa sup itu walau dengan usaha yang keras.

Aksinya tidak panjang, ia ketahuan oleh pemilik restoran. “Tangkap!,” teriaknya. Dengan sigap, sang pemuda itu menangkapnya dan memasukkan dalam sebuah toples. “Bunuh dia,” perintah sang bos. Pemuda itu kemudian membawanya untuk dibuang ke sungai.

Sang pemuda yang putus asa itu pun heran, ketika ia akan menjatuhkan tikus itu ke sungai, binatang kecil itu ternyata bisa mengerti keluhannya. “Apakah saya dapat memasak?” tanyanya. Sang tikus menggelengkan kepala. Tikus itu kemudian menunjukkan kalau dirinya bisa memasak.

Di rumah sang pemuda, akhirnya si tikus menemukan cara bagaimana ia bisa memanfaatkan pemuda itu untuk memasak. Caranya, ia berada di kepala dan menarik rambut untuk menggerakkan tangan sang pemuda. Ia berlatih secara keras dan akhirnya bisa menguasai ’setir’.

Sang pemuda itu menyajikan masakan-masakan yang dipesan. Masakannya mendapatkan pujian.

Karena memang tidak bisa memasak, kelebihannya dalam mengombinasikan rasa membuat orang penasaran. Di sinilah akhirnya timbul masalah. Si bos berusaha mencari tahu siapakah yang membantu sang pemuda itu? Dan jawaban terkuak, ternyata seekor tikus yang bersembunyi di kepala.

Kisah ini jalin dengan apik dengan memunculkan tokoh wanita yang membat jatuh hati sang pemuda. Apalagi setelah diketahui bahwa pemuda itulah sebenarnya pewaris restoran besar itu –meski dia tidak bisa memasak. Dan si bos akhirnya terbongkar kedoknya. Nama pemuda itu terpampang di koran sebagai pemilik baru restoran.

Suatu hari, ia pun akhirnya harus berterus terang terhadap kekasihnya, bahwa yang memasak bukanlah dirinya tetapi seekor tikus. Sang kekasih itu begitu terkejut dan merasa dihianati. Ia pun meninggalkan pemuda itu dengan marahnya.

Dan… Tikus itu kemudian terusir dari restoran. “Tikus hanyalah tikus,” keluh si tikus –tak bisa menjadi koki.

Suatu ketika, disaat si tikus itu hilang dari pemuda, sang pemilik restoran itu dihadapkan situasi sulit. Ada seorang pengkritik makanan menantangnya untuk membuat masakan khusus –dan ia tidak tahu makanan apakah yang dipesan itu, apalagi dengan perginya sang tikus pemasak.

Bagaimanakah kisah kelanjutannya? Tikus itu akhirnya kembali –walau dengan godaan dari teman-temannya agar tidak kembali. Walhasil, sang penikmat makanan itu memuji masakannya pada sebuah review di surat kabar. Si tikus telah menyelamatkan nama besar restoran.

Kisah si tikus yang dihadirkan dalam kisah ini begitu mengharukan –meskipun bagi sebagian penikmat film, animasi kurang sempurna dan cerita terkesan mengada-ada. Si tikus patut berbangga, karena dalam beberapa hari dapat bertengger di puncak box office beberapa waktu lalu, sebagaimana film Cars yang juga mendapat pujian pada 2006 lalu.

News

Ternyata posting lewat Microsoft word lebih asyik!!!


WeLcOme…!!!

Makasih atas kunjungannya, silahkan liat-liat dulu..kalau ada yang ngeganjel koment aja atau klu mau kenal klik yang ini!! aja.oK
Agustus 2017
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Makasih buat

  • 3,459 pengunjung yg tersesat